Skip to main content

Cara Menilai Kinerja Agency Iklan Sebelum Perpanjang Kontrak

Pemimpin bisnis meninjau dokumen kontrak saat menilai kinerja agency iklan dalam rapat evaluasi

Menilai kinerja agency iklan sebelum memperpanjang kontrak membutuhkan lebih dari sekadar melihat apakah angka di laporan naik atau turun. Anda perlu memisahkan hasil yang dikendalikan agency dari faktor yang berada di luar kendalinya, menilai kualitas pemikiran dan eksekusi, serta memeriksa transparansi kerja sama. Artikel ini menawarkan kerangka penilaian yang adil bagi kedua pihak dan berguna untuk mengambil keputusan.

Saya menulis ini dari posisi yang mungkin terasa janggal: sebagai pemimpin sebuah agency. Tetapi justru karena itu saya percaya bahwa klien yang menilai agency dengan kerangka yang jelas adalah klien yang baik bagi industri ini. Penilaian yang jernih mendorong agency yang serius untuk bekerja lebih baik, dan membantu bisnis keluar dari kerja sama yang memang tidak berjalan. Yang merugikan semua pihak adalah keputusan yang diambil berdasarkan perasaan, baik memperpanjang karena sungkan maupun memutus karena satu bulan yang buruk.

Kenapa Menilai Kinerja Agency Iklan Perlu Kerangka, Bukan Perasaan

Hasil iklan dipengaruhi oleh banyak hal: kualitas eksekusi, kondisi pasar, musim, kompetisi, produk, harga, kualitas halaman tujuan, dan kecepatan tim sales menindaklanjuti prospek. Agency mengendalikan sebagian, tetapi tidak semuanya.

Tanpa kerangka, penilaian cenderung jatuh ke salah satu dari dua ekstrem. Ekstrem pertama adalah menyalahkan agency atas semua hasil buruk, termasuk yang disebabkan faktor internal. Ekstrem kedua adalah menerima semua penjelasan agency tanpa memeriksa apakah pekerjaan dasarnya sudah dilakukan dengan baik. Keduanya menghasilkan keputusan yang keliru.

Kerangka penilaian yang baik menjawab tiga pertanyaan: apakah target bisnis tercapai, apakah agency melakukan pekerjaan yang seharusnya dengan kualitas yang baik, dan apakah kerja sama ini memberi Anda kejelasan dan kendali atas investasi Anda.

Mulai dari Kesepakatan Awal

Penilaian yang adil selalu merujuk pada apa yang disepakati di awal. Sayangnya, banyak kerja sama dimulai tanpa kesepakatan yang cukup spesifik. Sebelum menilai, kumpulkan dan tinjau kembali beberapa hal:

  • Target yang disepakati. Apakah ada target angka, misalnya prospek terkualifikasi, biaya akuisisi, atau revenue? Atau hanya tujuan umum?
  • Ruang lingkup pekerjaan. Kanal apa yang dikelola, apakah termasuk produksi kreatif, halaman tujuan, pelacakan, atau pelaporan?
  • Pembagian tanggung jawab. Siapa yang bertanggung jawab atas halaman tujuan, tindak lanjut prospek, dan penyediaan materi?
  • Kondisi awal. Seperti apa kinerja sebelum agency masuk? Tanpa titik awal, sulit menilai kemajuan.

Jika kesepakatan awal tidak cukup spesifik, itu sendiri adalah pelajaran. Apa pun keputusan Anda tentang perpanjangan, pastikan periode berikutnya dimulai dengan target dan pembagian tanggung jawab yang tertulis. Untuk menyusun target berbasis angka, artikel cara menentukan budget iklan dari target bisnis bisa membantu.

Lima Dimensi untuk Menilai Kinerja Agency Iklan

Saya menyarankan menilai agency dari lima dimensi. Masing-masing bisa diberi skor sederhana, lalu didiskusikan bersama tim internal yang berinteraksi langsung dengan agency.

1. Hasil bisnis

Apakah target yang disepakati tercapai, atau setidaknya menunjukkan tren yang jelas ke arah sana? Lihat metrik yang terhubung ke bisnis: prospek terkualifikasi, biaya akuisisi pelanggan, revenue dari kanal iklan, dan efisiensi gabungan. Hindari menilai dari metrik permukaan seperti tayangan atau klik. Panduan metrik yang relevan ada di artikel ROAS bukan segalanya.

2. Kualitas pemikiran strategis

Apakah agency memahami bisnis Anda, pelanggan Anda, dan pasar Anda? Apakah mereka mengusulkan prioritas berdasarkan dampak, bukan hanya menjalankan permintaan? Apakah mereka berani menyampaikan bahwa masalahnya ada di luar iklan, misalnya di penawaran atau halaman tujuan? Agency yang baik tidak hanya mengoperasikan platform, tetapi juga membantu Anda berpikir.

3. Kualitas eksekusi

Ini bisa diperiksa secara langsung jika Anda memiliki akses ke akun. Apakah laporan search terms ditinjau secara rutin? Apakah negative keyword dikelola? Apakah pelacakan konversi bersih dan sesuai definisi yang disepakati? Apakah ada pengujian kreatif yang terencana? Apakah struktur akun masuk akal? Jika Anda tidak yakin cara memeriksanya, pola kegagalan umum di artikel kenapa kampanye Google Ads gagal bisa menjadi daftar periksa.

4. Transparansi dan pelaporan

Apakah laporan dimulai dari target bisnis dan menjelaskan apa yang terjadi, kenapa, dan apa langkah berikutnya? Atau hanya kumpulan grafik platform? Apakah Anda tahu persis berapa yang dibelanjakan untuk media dan berapa untuk jasa? Apakah agency terbuka tentang eksperimen yang gagal?

5. Kolaborasi dan komunikasi

Seberapa responsif agency? Apakah mereka proaktif menyampaikan masalah atau peluang? Apakah mereka bekerja baik dengan tim internal Anda, termasuk tim sales? Kerja sama yang baik terasa seperti perpanjangan tim sendiri, bukan vendor yang hanya muncul saat laporan bulanan.

Memisahkan yang Dikendalikan Agency dan yang Tidak

Ini adalah bagian paling penting dari penilaian yang adil. Ketika hasil tidak sesuai target, tanyakan di titik mana masalahnya terjadi.

  1. Apakah iklan menjangkau orang yang tepat dengan biaya wajar? Jika tidak, ini umumnya tanggung jawab agency.
  2. Apakah pengunjung berkonversi di halaman tujuan? Jika halaman dikelola tim internal dan konversinya rendah, masalahnya bersama. Agency yang baik akan memberi rekomendasi spesifik, tetapi eksekusinya mungkin di tangan Anda.
  3. Apakah prospek ditindaklanjuti dengan cepat dan baik? Jika prospek menunggu lama atau tidak dicatat, kebocorannya ada di proses internal.
  4. Apakah prospek yang ditindaklanjuti berubah menjadi pelanggan? Tingkat closing dipengaruhi oleh penawaran, harga, dan kemampuan sales, bukan hanya kualitas prospek.

Untuk menjawab pertanyaan ketiga dan keempat, Anda membutuhkan data dari CRM atau catatan penjualan. Banyak bisnis tidak bisa menilai agency dengan adil karena data ini tidak tersedia. Keselarasan antara marketing dan sales menjadi kunci, sebagaimana dibahas di artikel menyelaraskan marketing dan sales.

Jika setelah pemisahan ini terlihat bahwa masalah utama ada di luar iklan, mengganti agency kemungkinan tidak akan menyelesaikan apa pun. Sebaliknya, jika iklan memang tidak menjangkau orang yang tepat atau eksekusinya lemah, itu adalah dasar yang kuat untuk perubahan.

Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai

Terlepas dari hasil, ada beberapa praktik yang sebaiknya menjadi perhatian serius:

  • Akun iklan bukan milik Anda. Jika akun dibuat atas nama agency dan Anda tidak memiliki akses penuh, data historis Anda berisiko hilang saat kerja sama berakhir.
  • Biaya media tidak transparan. Anda tidak bisa memverifikasi berapa yang benar-benar dibelanjakan di platform.
  • Laporan hanya berisi metrik permukaan. Tidak ada hubungan dengan prospek, penjualan, atau target bisnis.
  • Definisi konversi berubah tanpa diskusi. Angka konversi naik karena yang dihitung berubah, bukan karena hasil membaik.
  • Tidak ada pengujian. Kampanye berjalan berbulan-bulan dengan materi dan struktur yang sama.
  • Selalu ada alasan eksternal. Setiap hasil buruk dijelaskan oleh algoritma, musim, atau pesaing, tanpa evaluasi atas keputusan sendiri.

Satu atau dua poin di atas bisa jadi kelalaian yang bisa diperbaiki. Jika banyak poin terjadi bersamaan, itu sinyal bahwa masalahnya ada pada cara kerja, bukan hanya pada hasil periode tertentu.

Proses Evaluasi Sebelum Perpanjang Kontrak

Agar keputusan perpanjangan tidak diambil terburu-buru, mulailah evaluasi beberapa minggu sebelum kontrak berakhir. Proses yang saya sarankan:

  1. Kumpulkan data. Hasil terhadap target, data penjualan dari CRM, dan riwayat perubahan di akun iklan.
  2. Isi penilaian lima dimensi bersama tim internal yang berinteraksi dengan agency, termasuk perwakilan sales.
  3. Adakan pertemuan evaluasi dengan agency. Minta mereka menyampaikan penilaian diri: apa yang berhasil, apa yang tidak, dan apa yang akan mereka lakukan berbeda.
  4. Pertimbangkan tinjauan independen jika ada keraguan besar tentang kualitas eksekusi, misalnya audit akun oleh pihak ketiga.
  5. Putuskan salah satu dari tiga opsi: lanjutkan dengan target yang diperbarui, lanjutkan dengan syarat perbaikan dan periode evaluasi singkat, atau akhiri dan rencanakan transisi.

Pertanyaan yang layak diajukan dalam pertemuan evaluasi

Pertemuan evaluasi akan jauh lebih bermanfaat jika Anda datang dengan pertanyaan yang menguji cara berpikir agency, bukan hanya meminta ringkasan angka. Beberapa pertanyaan yang biasanya membuka percakapan yang jujur:

  • Keputusan apa yang paling berdampak selama periode ini, dan bagaimana Anda mengetahuinya?
  • Eksperimen apa yang gagal, dan apa yang kita pelajari darinya?
  • Jika budget dinaikkan, kampanye mana yang akan Anda perbesar, dan apa risikonya?
  • Apa yang menurut Anda menghambat hasil di luar kendali Anda, dan apa yang perlu kami perbaiki di sisi internal?
  • Apa prioritas tiga bulan ke depan, dan bagaimana kita akan menilai keberhasilannya?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini sering lebih informatif daripada laporan mana pun. Agency yang memahami akun Anda dengan baik akan menjawab dengan spesifik, mengakui keterbatasan, dan menawarkan rencana yang bisa diukur.

Jika memutuskan berganti, rencanakan transisi dengan hati-hati. Pastikan akses akun, data pelacakan, aset kreatif, dan dokumentasi pembelajaran berpindah dengan rapi. Pergantian yang tergesa-gesa sering membuat bisnis kehilangan data historis dan harus memulai pembelajaran dari awal.

Jika Anda sedang mencari pembanding tentang seperti apa pengelolaan iklan yang transparan dan berorientasi hasil bisnis, Anda bisa melihat cara kerja jasa Google Ads LOPOKOPI.CO, lalu menggunakannya sebagai salah satu acuan, bukan satu-satunya.

Yang Perlu Diputuskan Pemimpin Bisnis

  • Pastikan setiap kerja sama dimulai dengan target angka, ruang lingkup, dan pembagian tanggung jawab yang tertulis.
  • Nilai agency dari lima dimensi: hasil bisnis, pemikiran strategis, eksekusi, transparansi, dan kolaborasi.
  • Pisahkan masalah yang dikendalikan agency dari masalah di halaman tujuan, proses sales, atau penawaran.
  • Pastikan akun iklan dan data adalah milik perusahaan Anda, dengan akses penuh setiap saat.
  • Mulai evaluasi jauh sebelum kontrak berakhir, dan ambil keputusan berdasarkan data, bukan rasa sungkan atau frustrasi sesaat.

FAQ

Bagaimana cara menilai kinerja agency iklan secara objektif?

Gunakan kerangka yang mencakup hasil terhadap target bisnis, kualitas pemikiran strategis, kualitas eksekusi di akun, transparansi pelaporan, dan kualitas kolaborasi. Pisahkan juga faktor yang dikendalikan agency dari faktor internal seperti halaman tujuan dan proses penjualan.

Berapa lama waktu yang wajar sebelum menilai hasil agency iklan?

Beberapa minggu pertama biasanya dipakai untuk audit, perbaikan pelacakan, dan masa belajar kampanye. Penilaian hasil yang adil umumnya dilakukan setelah beberapa bulan, sementara kualitas eksekusi dan komunikasi sudah bisa dinilai lebih awal.

Apa tanda agency iklan tidak bekerja dengan baik?

Tanda yang perlu diwaspadai antara lain akun iklan tidak atas nama perusahaan, biaya media tidak transparan, laporan hanya berisi metrik permukaan, tidak ada pengujian yang terencana, dan setiap hasil buruk selalu dijelaskan dengan faktor eksternal.

Apakah sebaiknya akun iklan atas nama perusahaan sendiri?

Ya, sebaiknya akun iklan dibuat dan dimiliki atas nama perusahaan, dengan agency diberi akses sebagai pengelola. Dengan begitu data historis, pelacakan, dan pembelajaran tetap menjadi aset perusahaan jika kerja sama berakhir.

Kerja sama dengan agency iklan adalah investasi, dan seperti investasi lain, ia layak dievaluasi dengan disiplin. Penilaian yang jernih tidak hanya membantu Anda memutuskan perpanjangan, tetapi juga membuat kerja sama berikutnya, dengan agency yang sama atau berbeda, dimulai dari fondasi yang lebih kuat.

Foto: Pexels

PR

Written by

Pahmi Ritonga

Founder & CEO, LOPOKOPI.CO

I run LOPOKOPI.CO and its sister companies, where we help businesses build marketing that answers to revenue, not vanity metrics. Here I write about the decisions behind growth: where to invest, what to measure, and how to keep marketing disciplined as a company scales.

Companies I buildLOPOKOPI.COBikinwebsite.coUrusin.coRAV Media